Kamis, 23 Juni 2011

BREAKING DOWN


  • Kategori: Buku-buku
  • Jenis Fiksi Ilmiah & Fantasi
  • Penulis: Stephenie Meyer
  • Judul Buku : Breaking Dawn (Awal yang Baru)
  • Penulis: Stephenie Meyer (2008)
  • Penerjemah: Monica Dwi Chresnayani
  • Tebal: 864 hlm; 13,5 x 20 cm
  • Terbit: Cetakan 1, Januari 2009
  • Penerbit: Gramedia Pustaka Utama



Konon, jauh sebelum Carlisle Cullen, kepala keluarga Cullen lahir, terjadi wabah di dunia vampir. Wabah tersebut berhubungan dengan munculnya anak-anak imortal. Dengan alasan yang tidak bisa dipahami, para vampir kuno menciptakan vampir atau anak imortal dari bayi manusia. Makhluk abadi jenis ini akan membeku di tahap perkembangan yang mereka capai sebelum digigit. Mereka akan menjadi anak-anak yang menggemaskan dan menimbulkan rasa sayang pada siapa yang melihat. Padahal mereka berbahaya, tidak bisa dididik, dan tidak mempan dihalangi tatkala mereka menginginkan sesuatu; amukan mereka bisa menghancurkan setengah isi sebuah desa dan pada gilirannya tidak akan sanggup menyembunyikan rahasia vampir. Rahasia yang terus ditegakkan sepanjang sejarah. Karenanya, menciptakan dan melindungi anak-anak imortal dinyatakan sebagai tindakan ilegal ; pencipta dan ciptaannya mesti ditumpas. Ibu Tanya, vampir dari Keluarga Denali, adalah salah satu pencipta anak imortal yang telah merasakan penghakiman Keluarga Volturi. 

Ikhwal anak imortal inilah yang digagas Stephenie Meyer sebagai pemicu konflik dari buku keempat dan terakhir Twilight Saga, Breaking Dawn. Kisahnya dimulai dari momen pernikahan Bella Swan dan Edward Cullen. Di penghujung hari pernikahan, mereka meninggalkan Forks untuk berbulan madu di Pulau Esme, pulau yang dihadiahkan Carlisle kepada istrinya, Esme. Mereka bercinta layaknya pengantin baru dan tidak lama kemudian, secara mencengangkan, Bella hamil. Janin dalam rahimnya yang tumbuh pesat memberi ide aborsi di benak Edward. Ia khawatir akan keselamatan Bella. Bella menolak janinnya diaborsi bahkan ketika Carlisle turun tangan. Untuk itu ia minta dukungan Rosalie, yang diketahuinya selalu menginginkan anak. Bella tak peduli ia menderita walaupun janin yang ganas itu berulang mematahkan tulang rusuknya (juga tulang pinggulnya). 

Jacob Black terkejut mengetahui kehamilan Bella yang tidak biasa. Atas permintaan Edward, ia mencoba menasihati Bella agar mau melakukan aborsi. Bella tetap bergeming. Di tengah-tengah pembicaraan tentang si janin dengan Carlisle, secara tak sengaja Jacob mencetuskan ide untuk meringankan kehamilan Bella. Ternyata, si janin merongrong ketenangan Bella karena ia lapar. Cuma darah, dan bukan susu, yang diinginkan si janin. 

Kehamilan parah Bella membuat kawanan werewolf pimpinan Sam memutuskan membinasakan si janin. Jalan satu-satunya adalah membunuh Bella. Tentu saja, Jacob menampik rencana itu. Dengan tegas ia memisahkan diri dari kawanannya dan tanpa perencanaan membentuk kawanan sendiri bersama Seth dan Leah Clearwater, yang bergabung dengan alasan berbeda. 

Sekitar sebulan setelah hamil, Bella melahirkan seorang anak perempuan, Renesmee –kombinasi nama RenĂ©e dan Esme. Proses persalinannya penuh horor, tulang-tulang Bella patah dan ia kehilangan banyak darah. Melihat penderitaan Bella, Edward memutuskan menancapkan giginya di leher Bella. Pada saat yang nyaris simultan, Jacob yang hendak menghindar melihat Renesmee, dan seketika terjadilah sesuatu yang membuatnya kelak nyaris dibunuh Bella. Jacob meng-imprint Renesmee. 

Akhirnya, Bella menemukan dirinya telah menjadi vampir. Namun tidak seperti vampir baru lainnya, Bella menjadi vampir dengan kemampuan istimewa. Ia bisa menahan diri atas godaan aroma darah manusia. Bahkan, menjadi lebih kuat dari Edward. Sayangnya, belum lagi leluasa menikmati hidup barunya, petaka telah menghadang. Irina, salah satu vampir dari Keluarga Denali, yang datang ke Forks, melihat Renesmee. Ia mengidentifikasi anak itu sebagai anak imortal –bayi yang diubah menjadi vampir. Irina tahu betul peraturan bahwa penciptaan dan perlindungan anak imortal adalah sesuatu yang ilegal, tidak sah di bawah peraturan yang telah ditegakkan Keluarga Volturi. Kesempatan membalas dendam akan kematian Laurent telah datang, dan tanpa bisa dicegah, ia melaporkan penemuannya ke Volterra. 

Keluarga Volturi (Aro, Caius, Marcus) yang sudah lama ingin menghancurkan Keluarga Olympic mendapatkan jalan. Melalui penglihatan Alice, diketahui akan ada rombongan besar yang mendatangi Forks. Renesmee akan dibunuh, demikian juga orang-orang yang melindunginya. Maka, Renesmee mesti diselamatkan. Keluarga Cullen perlu mendapatkan dukungan vampir-vampir lain di seluruh dunia. Mereka akan menjadi saksi untuk membuktikan jika Renesmee bukanlah anak imortal. Jika Keluarga Volturi tidak mau mendengarkan mereka, mau tidak mau, perang melawan Volturi akan dikobarkan. Jacob yang telah memulihkan hubungan dengan kawanan Sam tak akan membiarkan mereka bertempur sendiri. Dan Keluarga Volturi tidak tahu, Bella bukan lagi pion lemah yang dengan mudah bisa dicaplok. 

Breaking Dawn adalah novel paling tebal dari tetralogi Twilight. Edisi Inggrisnya setebal 756 halaman, sedangkan edisi Indonesia 862 halaman. Namun, sepanjang itu pun, para penggemarnya pasti tidak akan mengesampingkan novel yang pertama kali dirilis pada Agustus 2008 ini. Terbukti, edisi Inggrisnya laris terjual 1,3 juta kopi dalam waktu 24 jam perilisannya. Saya bukan penggemar gila-gilaannya, tetapi tetap tidak puas hanya berhenti di Eclipse. Banyak dugaan dan harapan yang disemai episode-episode sebelumnya. 

Novel dengan judul yang menggambarkan awal kehidupan Bella sebagai vampir (Breaking Dawn) ini dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama mengalir dari perspektif Bella ; bagian kedua bergulir dari sudut pandang Jacob, sedangkan bagian ketiga kembali dikisahkan Bella. Sebagaimana tiga novel sebelumnya (Twilight, New Moon, dan Eclipse), Breaking Dawn juga ditulis dengan gemulai. Bagi yang sudah akrab, mungkin tidak akan terganggu dengan irama Stephenie Meyer. Dengan lambat konfliknya terasah dan ketegangan meruncingkan jalinan plot. Harapan saya kandas. Karena sebelumnya saya sudah membayangkan pertempuran hidup dan mati, penghancuran Keluarga Volturi yang sombong dan asli pengecut, dan kematian beberapa anggota Keluarga Cullen. Pamungkas yang dihadiahkan Stephenie Meyer ternyata sekadar mencetuskan euforia ala Holywood, dan meredupkan sengatan yang signifikan. Seperti akhir kisah fantasi Harry Potter, Stephenie Meyer mempersembahkan kepada pembaca sebuah akhir yang penuh tanya, tetapi membahagiakan. The Happily Ever After. Ah, kalau sudah begini, apalagi yang tersisa dengan niat sang penulis untuk merangkai kembali kisah Twilight melalui POV Edward Cullens? 

Kabarnya, hak filmisasi Breaking Dawn telah didapatkan Summit Entertaintment sebagaimana judul-judul sebelumnya. Sehabis membaca novel ini, saya langsung membayangkan bagaimana jika film yang dihasilkan setia pada novelnya. Pasti penonton (remaja) akan melihat sejumlah adegan nudis, ciuman membara, persalinan yang mengerikan, dan mendengarkan sejumlah dialog yang berhubungan dengan seks. Ah, apakah perlu hal-hal seperti itu menjadi ‘fitur’ sebuah ‘produk’ yang ditujukan kepada konsumen remaja? 



  • Tag             : breaking dawn
  • Sebelumnya : Bintang Bunting
  • Selanjutnya  : Honeymoon with My Brother

Tidak ada komentar:

Posting Komentar